Perhatikan model 3D rumah tipe limasan berikut ini!
Jika dilihat sekilas, rumah tipe limasan hampir mirip dengan rumah joglo. Namun, jika diperhatikan secara saksama, terdapat perbedaan antara keduanya. Rumah tipe limasan memiliki suwunan yang lebih panjang daripada rumah joglo. Selain itu, pada rumah limasan tidak ada tumpang sari, sedangkan pada rumah joglo terdapat tumpang sari.
Bentuk denah dasar rumah limasan umumnya sama seperti rumah tradisional Jawa lainnya, yaitu berbentuk persegi atau persegi panjang. Sehingga, sudut-sudut pada rumah limasan berbentuk sudut siku-siku. Sama seperti proses pembangunan rumah tradisional Jawa lainnya, untuk memastikan bahwa sudut benar-benar siku-siku, tukang menggunakan kombinasi panjang sisi segitiga tertentu dalam pengukuran fondasi. Seperti pada gambar di bawah ini, tukang menancapkan patok-patok kayu dan menghubungkannya dengan tali. Dua sisi tali diukur terlebih dahulu dengan ukuran tertentu, kemudian ujung kedua sisi tersebut dihubungkan dengan tali sehingga membentuk segitiga.
Beberapa kombinasi ukuran yang biasanya digunakan oleh tukang adalah:
3 satuan, 4 satuan, 5 satuan
30 cm, 40 cm, 50 cm
60 cm, 80 cm, 100 cm
Kombinasi ukuran yang biasanya digunakan oleh tukang tersebut tepat membentuk segitiga siku-siku.
Mengapa tukang memilih kombinasi ukuran tertentu dan tidak sembarang ukuran? Apakah semua kombinasi tiga bilangan dapat membentuk segitiga? Apakah setiap kombinasi tiga bilangan selalu membentuk segitiga siku-siku?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita menggambar segitiga dengan memasukkan sembarang kombinasi panjang sisi segitiga pada kolom yang tersedia di bawah ini dan tentukan jenis segitiga yang terbentuk.
Berdasarkan hasil eksplorasimu di atas, benarkah setiap kombinasi tiga bilangan selalu membentuk segitiga siku-siku??