Perhatikan model 3D pendopo rumah joglo berikut ini!
Bentuk denah dasar rumah joglo umumnya adalah persegi atau persegi panjang. Dengan demikian, sudut-sudut pada rumah joglo berbentuk sudut siku-siku. Untuk memastikan setiap sudut pada rumah joglo merupakan sudut siku-siku, para tukang melakukan pengukuran saat membuat fondasi.
Seperti pada gambar, tukang menancapkan patok-patok kayu dan menghubungkannya dengan tali. Dua sisi tali diukur terlebih dahulu dengan ukuran tertentu, kemudian ujung kedua sisi tersebut dihubungkan dengan tali sehingga membentuk segitiga. Untuk memastikan bahwa sudut benar-benar siku-siku, tukang menggunakan kombinasi panjang sisi segitiga tertentu. Beberapa kombinasi ukuran yang biasanya digunakan oleh tukang adalah:
3 satuan, 4 satuan, 5 satuan
30 cm, 40 cm, 50 cm
60 cm, 80 cm, 100 cm
Benarkah kombinasi panjang sisi segitiga tersebut tepat membentuk segitiga siku-siku?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita menggambar segitiga dengan memasukkan kombinasi panjang sisi segitiga tersebut pada kolom yang tersedia di bawah ini.
“Penggunaan kombinasi panjang sisi segitiga tertentu untuk memastikan sudut siku-siku tidak muncul seketika, melainkan ditemukan melalui proses mencoba dan belajar. Para tukang tidak langsung mahir sejak awal, tetapi kemampuan mereka berkembang melalui pengalaman dan latihan yang terus-menerus.”
Kombinasi panjang sisi segitiga seperti apakah yang tepat membentuk segitiga siku-siku?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lakukan eksplorasi dengan memasukkan kombinasi panjang sisi segitiga berikut pada kolom yang tersedia di bawah ini.
Berdasarkan hasil eksplorasimu, lengkapi LKPD berikut ini!
Dari hasil eksplorasimu, hubungan apa yang kamu peroleh dari kuadrat panjang sisi terpanjang dengan jumlah kuadrat dua sisi lainnya pada segitiga siku-siku?
Pertanyaan ini membawa kita pada sebuah teorema dasar dalam geometri yaitu teorema Pythagoras.
Saatnya bermain games.
Klik menu di bawah ini untuk masuk ke game!
“Wah, hebat! Kalian sudah menyelesaikan pembelajaran hari ini dengan baik. Ingat, salah itu wajar dalam belajar. Terima kasih sudah berani mencoba dan tidak menyerah.”