Perhatikan model 3D rumah tipe kampung berikut ini!
Perhatikan juga gambar rumah tipe panggang pe berikut ini!
Bagian atap kedua tipe bagunan tersebut berbentuk segitiga. Pada rumah tipe kampung atapnya berbentuk segitiga sama kaki, sedangkan pada rumah tipe panggang pe atapnya berbentuk segitiga siku-siku.
Bagaimana cara tukang zaman dahulu dalam menentukan panjang kayu yang dibutuhkan untuk rangka miringnya?
Pada pembangunan rumah tipe kampung, dalam menentukan panjang kayu yang dibutuhkan untuk rangka miring tukang terlebih dahulu menentukan tinggi balok tegak (ander) dan balok mendatar (blandar). Kedua ukuran ini menjadi acuan utama. Setelah itu, untuk menentukan panjang kayu yang dibutuhkan untuk rangka atap yang miring, tukang menarik tali dari puncak ander ke ujung blandar. Panjang tali inilah yang dijadikan patokan panjang kayu rangka miring. Kayu kemudian dipotong sesuai panjang tali tersebut sehingga saat dipasang, kemiringan atap kanan dan kiri menjadi sama dan bertemu tepat di puncak.
Jika diperhatikan secara seksama, blandar, ander, dan rangka miring pada bangunan kampung membentuk segitiga siku-siku. Untuk mencari panjang kayu yang digunakan untuk rangka miring, sama saja dengan mencari panjang hipotenusa segitiga. Walaupun tukang tidak menyebutnya sebagai Teorema Pythagoras, mereka sebenarnya telah menggunakan prinsip yang sama.
Bagaimana cara menghitung panjang kayu yang dibutuhkan untuk rangka miring dengan teorema Pythagoras?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silahkan kerjakan LKPD berikut ini!
Saatnya bermain games.
Klik menu di bawah ini untuk masuk ke game!
“Wah, hebat! Kalian sudah menyelesaikan pembelajaran hari ini dengan baik. Ingat, belajar bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang proses yang kalian jalani dengan tekun. Terima kasih sudah berani mencoba dan tidak menyerah.”